DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, DAN KELUARGA BERENCANA
Kabupaten Sidoarjo

Sidoarjo Perkuat Sinergi : Ribuan Kader KB Ikuti Evaluasi Program Bangga Kencana 2025

  • 21 Januari 2026
  • 0 kali

SIDOARJO – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Sidoarjo menggelar rapat evaluasi akbar Program Bangga Kencana pada Selasa, 20 Januari 2026. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Sidoarjo, Ibu Heni Kristiani, ini menghadirkan seluruh kader KB dari berbagai kecamatan. Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk meninjau efektivitas program kependudukan yang telah berjalan di tingkat akar rumput serta memperkuat langkah strategis di awal tahun.

Dalam arahannya, Ibu Heni Kristiani menegaskan bahwa prioritas utama tahun ini adalah peningkatan kualitas pelayanan kontrasepsi dan kesehatan reproduksi yang lebih merata. Strategi yang diusung melibatkan penyederhanaan akses layanan di berbagai fasilitas kesehatan hingga ke tingkat desa, memastikan bahwa tidak ada keluarga yang luput dari jangkauan petugas. Fokus ini diambil guna memastikan bahwa setiap pasangan usia subur mendapatkan hak pelayanan yang layak, aman, dan informatif.

Terkait isu nasional, Ibu Kepala Dinas menekankan bahwa penurunan angka stunting tetap menjadi agenda utama yang tidak boleh kendur. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan penurunan signifikan melalui intervensi yang melibatkan peran aktif kader dalam memantau pertumbuhan balita. Strategi yang ditekankan adalah pendampingan intensif bagi ibu hamil dan balita pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) guna memutus mata rantai masalah gizi buruk secara permanen.

Optimalisasi peran kader KB menjadi poin sentral dalam pembahasan strategi tahun 2026 ini. Ibu Heni mengingatkan bahwa kader bukan sekadar pengumpul data, melainkan penggerak perubahan perilaku di masyarakat. Dinas P3AKB berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas para kader melalui pelatihan berkala dan penyediaan sarana pendukung digital agar proses pelaporan data lapangan menjadi lebih akurat, cepat, dan terintegrasi.

Dalam sesi diskusi, dibahas pula mengenai penguatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang lebih inovatif dan modern. Kader diharapkan mampu memanfaatkan pendekatan personal yang lebih persuasif untuk mengajak generasi muda memahami pentingnya perencanaan keluarga sejak dini. Hal ini dianggap penting oleh Ibu Heni mengingat tantangan sosial di tahun 2026 semakin kompleks, sehingga edukasi harus dilakukan dengan cara yang lebih segar dan relevan.

Kerja sama lintas sektor juga menjadi strategi kunci yang ditekankan dalam evaluasi tersebut. Ibu Kepala Dinas mendorong penguatan sinergi antara kader KB dengan Tim Penggerak PKK serta tenaga kesehatan di tiap puskesmas. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendukung yang kuat bagi terciptanya Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) yang mandiri dan memiliki program kerja yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi keluarga.

Selain evaluasi teknis, kegiatan ini menjadi wadah bagi Ibu Heni Kristiani untuk mendengar langsung kendala yang dihadapi para kader di lapangan. Berbagai masukan mengenai tantangan di wilayah masing-masing ditampung untuk dijadikan bahan perbaikan kebijakan di tingkat kabupaten. Pemerintah daerah menyadari bahwa semangat dan kesejahteraan kader adalah motor penggerak utama dalam keberhasilan seluruh program kependudukan yang dicanangkan.

Menutup rangkaian acara, Ibu Kepala Dinas memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ribuan kader yang telah mendedikasikan waktu dan tenaganya demi kemajuan Sidoarjo. Dengan strategi yang lebih tajam dan optimalisasi peran kader, beliau optimistis Sidoarjo mampu mewujudkan ketahanan keluarga yang unggul dan bebas stunting di tahun 2026. Semangat kebersamaan ini diharapkan terus terjaga demi masa depan generasi Sidoarjo yang lebih berkualitas dan berdaya saing