DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, DAN KELUARGA BERENCANA
Kabupaten Sidoarjo

GASPOL Sidoarjo: Kolaborasi Ojek Online dan Bangga Kencana Lahirkan Inovasi Perlindungan Perempuan

  • 11 September 2025
  • 138 kali

SIDOARJO – Melalui kolaborasi inovatif antara program Bangga Kencana dan komunitas ojek online, Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi hak dan kesehatan perempuan. Bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Sidoarjo, sebuah acara sosialisasi bertajuk Gerakan Sayang Perempuan Ojek Online (GASPOL) sukses dilaksanakan pada 10 September 2025.

Acara ini dihadiri oleh puluhan mitra ojek online yang antusias untuk menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi tentang kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, hingga pencegahan kekerasan terhadap perempuan. Dalam sambutannya, Kepala Dinas P3AKB Sidoarjo menekankan pentingnya peran ojek online sebagai “duta” keliling yang bisa menjangkau masyarakat hingga pelosok.

“Mitra ojek online tidak hanya mengantar penumpang, tapi juga membawa misi penting. Dengan GASPOL, mereka menjadi mata dan telinga kami di lapangan, membantu menyebarkan informasi Bangga Kencana sekaligus memberikan perlindungan awal bagi perempuan yang membutuhkan,” ujarnya.

Program GASPOL ini dirancang untuk membekali para mitra ojek online dengan pengetahuan dasar tentang cara mengenali tanda-tanda kekerasan, memberikan respons yang tepat, dan menghubungkan korban dengan layanan bantuan terdekat. Selain itu, mereka juga disosialisasikan mengenai pentingnya perencanaan keluarga sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup.

Para peserta menyambut baik inisiatif ini. “Kami merasa lebih berdaya. Sekarang kami tahu apa yang harus dilakukan jika ada pelanggan perempuan yang terlihat butuh bantuan. Ini bukan hanya soal pekerjaan, tapi juga tentang kemanusiaan,” kata salah satu mitra ojek online.

Kolaborasi antara Bangga Kencana dan GASPOL Sidoarjo ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah dan komunitas. Langkah ini membuktikan bahwa perlindungan dan pemberdayaan perempuan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas instansi pemerintah. Dengan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, visi Sidoarjo sebagai kabupaten yang ramah perempuan dan anak semakin nyata.